Home > Post

Adab Membaca Al-Qur'an

Ditulis oleh Admin Web | 2026-10-08 07:22:37

Adab Membaca Al-Qur'an

Sahabat BiAS dan kaum muslimin yang dirahmati Allah, Sesungguhnya Al-qur'an yang ada di hadapan kalian, yang kalian semua membaca dan menyimaknya, yang kalian hafalkan dan menulisnya, adalah kalam Rabb kalian. Allah menyampaikan Al-Qur'an melalui malaikat Jibril 'alaihissalaam yang kemudian dibawa turun kepada Nabi Muhammad shallallahu'alaihi wa sallam agar memberi peringatan dengan bahasa Arab yang terang.

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدَّى لِلنَّسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىوَالْفُرْقَانِ

"Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)." [QS. Al-Baqarah: 185]

Allah berfirman (artinya) : "Sesungguhnya Al Qur'an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang Mukmin yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar, dan sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, Kami sediakan bagi mereka azab yang pedih." [QS. Al-Isra': 9-10]

Di antara adab membaca Al-Qur'an adalah :

1) Mengikhlaskan niat karena Allah ketika membacanya, sebab membaca Al-qur'an termasuk ibadah yang mulia sebagaimana telah lalu penjelasan tentang keutamannya. Allah berfirman,

إِنَّا أَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ فَاعْبُدِ اللهَ مُخْلِصًا لَهُ الدِّينَ

"Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al Qur'an) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya." [QS. Az-Zumar :2]

2) Membacanya dengan hati yang hadir (fokus). Mentadabburi apa yang dibaca, memahami makna-maknanya, dan hatinya khusyuk ketika membacanya.

3) Membacanya dalam keadaaan suci. Sebab, demikian merupakan pengagungan terhadap kalam Allah. Jangan membaca Al-Qur'an ketika junub hingga mandi jika mampu mendapati air atau dengan tayamum jika tidak menemui air atau karena sakit.

4) Tidak membaca Al-Qur'an di tempat kotor atau di sekumpulan orang yang tidak bisa diam untuk mendengarkannya. Sebab, membacanya di tempat seperti ini adalah tindakan menghinakannya dan tidak boleh membaca Al-qur'an di WC atau tempat semacamnya.

5) Memohon perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk ketika hendak membaca Al-Qur'an berdasarka firman Allah,

فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذُْ بِاللهِمِنَ الشِّيْطَانِ الرَّجِيمِ

"Apabila kamu membaca Al Qur'an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk." [QS. An-Nahl:98]

6) Membaguskan suara ketika membaca AL-Qur'an. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda (artinya), "Allah tidak pernah mengijinkan sesuatu pun kepada Nabi sebagaimana ijin-Nya untuk melagukan Al Qur'an." Salah seorang sahabatnya berkata; Maksudnya adalah melagukannya dengan suara yang keras. [HR.Muslim]

7) Membaca Al-Qur'an dengan tartil berdasarkan firman,

وَرَتَّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلا

"Dan bacalah Al Qur'an itu dengan perlahan-lahan". [QS. Al-Muzammil:4]

Hendaknya seseorang membaca Al-Qur'an dengan perlahan dan tidak cepat. Sebabnya, cara seperti ini akan lebih membantu dalam mentadabburi maknanya, menyempurnakan bacaannya dan penggalan kata atau hurufnya.

8) Bersujud ketika membaca Al-Qur'an melewati ayat sajadah yang dikenal dengan sujud tilawah

Sumber : Kitab Majalis Syahri Ramadhan.
karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin.