Home > Post

Adab Wajib Saat Puasa

Ditulis oleh Admin Web | 2026-10-08 03:44:37

Adab Wajib Saat Puasa

Sahabat BiAS dan kaum muslimin yang semoga dilimpahkan rahmat dan hidayah oleh Allah,

Puasa memiliki banyak adab-adab yang harus dijaga. Puasa tidak akan sempurna kecuali dengan mengamalkan adab tersebut.

Diantara adab yang utama adalah menjalankan segala ibadah yang Allah wajibkan atas orang yang berpuasa salah satunya adalah shalat. Tidak sedikit yang berpuasa tetapi meremehkan shalat berjamaah padahal hukumnya wajib. Di antara orang yang berpuasa ada yang melanggar perintah shalat. la tidur sampai terlewat waktu shalat. Allah berfirman,

فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَيَلْقَوْنَ غَيَّا, إِلا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَأَولَئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَوَلا يُظْلَمُونَ شَیْئًا

"Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan salat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan. kecuali orang yang bertobat, beriman dan beramal saleh, maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikit pun." [Qs. Maryam: 59-60]

Diantara adab pula adalah menjauhi segala yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya, baik berupa perbuatan maupun ucapan yang salah satunya adalah dusta. Dusta yaitu memberitahukan sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataannya. Dusta yang paling besar dan berat adalah dusta atas nama Allah dan Rasul-Nya.

Rasulullah bersabda bagi siapa saja yang membuat hadits palsu, "Barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaknya dia mengambil tempat duduknya di neraka". (HR. Bukhari & Muslim)

Selain memperingatkan bahaya dusta, nabi shallallahu'alaihi wa sallam juga memperingatkan bahaya ghibah. Sahabat BiAS dan kaum muslimin yang semoga dilimpahkan rahmat dan hidayah oleh Allah, Puasa memiliki banyak adab-adab yang harus dijaga. Puasa tidak akan sempurna kecuali dengan mengamalkan adab tersebut.

Diantara adab yang utama adalah menjalankan segala ibadah yang Allah wajibkan atas orang yang berpuasa salah satunya adalah shalat. Tidak sedikit yang berpuasa tetapi meremehkan shalat berjamaah padahal hukumnya wajib. Di antara orang yang berpuasa ada yang melanggar perintah shalat. la tidur sampai terlewat waktu shalat. Allah berfirman,

فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَيَلْقَوْنَ غَيَّا, إِلا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَأَولَئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَوَلا يُظْلَمُونَ شَیْئًا

"Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan salat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan. kecuali orang yang bertobat, beriman dan beramal saleh, maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikit pun." [Qs. Maryam: 59-60]

Diantara adab pula adalah menjauhi segala yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya, baik berupa perbuatan maupun ucapan yang salah satunya adalah dusta. Dusta yaitu memberitahukan sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataannya. Dusta yang paling besar dan berat adalah dusta atas nama Allah dan Rasul-Nya.

Rasulullah bersabda bagi siapa saja yang membuat hadits palsu, "Barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaknya dia mengambil tempat duduknya di neraka". (HR. Bukhari & Muslim)

Selain memperingatkan bahaya dusta, nabi shallallahu'alaihi wa sallam juga memperingatkan bahaya ghibah.

Ghibah adalah menyebutkan tentang saudaramu kepada orang lain dengan perkara yang dibencinya ketika dia tidak ada. Baik perkara fisik maupun akhlaknya untuk mencaci dan mencelanya.

Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bertanya, "Tahukah kamu, apa itu ghibah?" Para sahabat menjawab, "Allah dan Rasul-Nya lebih tahu." Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا یَکْرَهُ

"Ghibah adalah kamu membicarakan saudaramu mengenai sesuatu yang tidak ia sukai." [HR. Muslim]

Di antara perbuatan yang harus dijauhi ketika berpuasa adalah naminah (adu domba), yaitu menukilkan ucapan seseorang tentang orang lain kepadanya untuk merusak hubungan keduanya. Perbuatan ini termasuk dosa besar. Namimah merupakan kerusakan bagi pribadi dan masyarakat serta memecah bela kuam muslimin yang menimbulkan permusuhan. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sabda,

لا يَدْخُلُ الجَنَّةَ نَمَّامٌ

"Tidak masuk surga pelaku namimah" (HR. Muslim no. 105).

Tindakan yang perlu dijauhi saat berpuasa adalah ghisy atau menipu, yaitu tindakan penipuan atau pengkhianatan terhadap amanah serta hilangnya kepercayaan di tengah manusia. Nabi bersabda (artinya), "Barang siapa yang menipu, maka ia bukan termasuk umatku" [HR.Muslim]

Wajib pula menjauhi alat musik dengan segala macam jenisnya dan nyanyian yang membangkitkan syahwat karena itu dapat menjerumuskan ke arah zina, mengeraskan hati dan memalingkan diri dari mengingat Allah.

Nabi bersabda,

لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِی أَقْوَامٌ یَسْتَحِلُّونَالْحِرَ وَالْحَرِيرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ

"Sungguh, benar-benar akan ada di kalangan umatku sekelompok orang yang menghalalkan zina, sutera, khamr, dan alat musik." [HR. Bukhori]

Oleh karena itu, berhati-hatilah wahai kaum muslimin terhadap perkara yang akan menggugurkan pahala puassa dan menguranginya. Jagalah puasa dari ucapan dan perbuatan yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya.

Sumber : Kitab Majalis Syahri Ramadhan.
karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin.