Home > Post

Adab Sunnah Saat Puasa

Ditulis oleh Admin Web | 2026-10-07 18:32:18

Adab Sunnah Saat Puasa

Sahabat BiAS dan kaum muslimin yang semoga dirahmati oleh Allah. Pada pembahsan ini akan dijelaskan bagian kedua tentang adab-adab puasa yang mustahab (dianjurkan).

1. Makan Sahur

Di antara adab yang dianjurkan adalah makan sahur, yaitu makan di akhir malam. Disebut sahur karena dilakukan pada waktu sahar (sebelum fajar dan masih gelap). Nabi shallallahu'alaihi wa sallam bersabda,

تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَگةً

"Makan sahurlah kamu sekalian, karena sesungguhnya di dalam sahur mengandung berkah." [Muttafaqun'alaih]

Sahur diniatkan untuk meneladani perintah Nabi shallallahu'alaihi wa sallam. Disunnahkan makan sahur dengan mengakhirkannya selama tidak khawatir masuk waktu fajar. Mengakhirkan sahur berkesan kasih sayang bagi orang yang akan berpuasa serta selamat dari tertidur dan bisa shalat subuh. Masuknya fajar ditentukan dengan cara melihat langsung di ufuk timur atau mendengar pengumuman yang bisa dipercaya berupa adzan.

2. Menyegerakan Berbuka Puasa

Adab yang dianjurkan pula dalah menyegerakan berbuka ketika matahari benar-benar telah tenggelam dengan cara melihat atau mendengar adzan maghrib.

لَا يَزَالُ النَّاسُ بخَيْر مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ

"Senantiasa manusia berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka" [HR. Bukhori]

3. Berbuka Dengan Kurma

Berbuka dengan kurma yang segar juga merupakan anjuran yang sunnah. Jika tidak ada, bisa dengan kurma kering atau segelas air. Jika tidak ada, maka berbuka dengan makanan atau minuman yang mudah didapati serta halal. Berdasarkan hadits berikut ini (artinya),

"Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam berbuka puasa dengan beberapa buah kurma basah. Apabila tidak ada kurma basah, maka dengan kurma kering. Apabila tidak ada kurma kering, maka beliau meminum air beberapa teguk" [HR. Tirmidzi]

4. Berdoa Sebelum Berbuka

Ketika berbuka sudah sepantasnya kita berdoa sebelum berbuka sebagaimana doa yang diriwayatkan oleh Imam abu Dawud dari Ibnu 'Umar, bahwa Nabi shallallahu'alaihi wa sallam jika berbuka puasa mengucapkan,

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُوَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

"Dzahabazh zhoma'u wabtallatil 'uruqu wa tsabatal ajru insya Allah"

artinya: Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah. [HR.Abu Daud]

5. Memperbanyak Ibadah

Di antara adab yang dianjurkan pula adalah banyak membaca Al-Qur'an, sedekah, shalat, dan berdzikir. Di antara adab puasa yang disunnahkan adalah seorang berpuasa mengingat kadar nikmat Allah padanya. Hendaklah orang yang berpuasa memuji Rabbnya atas nikmat puasa yang menjadikan sebab diampuni dosanya, dihapus kesalahannya dan ditinggikan derajatnya.

Oleh karena itu, Ibnu Rajab membagi dua tingkatan orang yang berpuasa yaitu :

Pertama, orang yang meninggalkan makan, minum, dan syahwatnya karena Allah serta ia mengharapkan gantinya di sisi Allah di surga kelak. Inilah tingkatan perdagagan dengan Allah dan Allah tidak menyia-nyiakan amalan seseorang.

"Sesungguhnya tidaklah kamu meninggalkan sesuatu karena bertakwa kepada Allah kecuali Allah akan mendatangkan kepadamu perkara yang lebih baik darinya" [HR. Ahmad, shahih]

Kedua, orang yang berpuasa di dunia dari segala sesuatu selain Allah. Sehingga ia pun menjaga kepala dan semua yang dikandungnya. la teringat akhirat, menginginkan akhirat dan meninggalkan perhiasan dunia. Jenis orang yang seperti ini hari rayanya adalah ketika berjumpa dengan Rabbnya dan bahagia ketika melihat-Nya.

"Barang siapa yang mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah itu, pasti datang. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." [QS. Al-Ankabut: 5]

Sumber : Kitab Majalis Syahri Ramadhan.
karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin.