Home > Post

Hikmah Ibadah Puasa

Ditulis oleh Admin Web | 2026-10-08 05:37:04

Hikmah Ibadah Puasa

Sahabat BiAS dan kaum muslimin yang semoga dilimpahkan rahmat dan hidayah oleh Allah, Allah mensyari'atkan ibadah dan mengatur muamalah dalam rangka menambah keimanan serta menguji hamba-Nya. Barangsiapa yang menerima syari'at dan aturan ini dengan lapang dada dan jiwa yang tenang, maka ia adalah hamba yang mendahulukan ketaatan kepada Rabbnya di atas hawa nafsunya. Sedangkan barang siapa yang tidak menerima ibadah dan tidak mengikuti aturan Allah kecuali hanya sesuai keinginannya dan mencocoki ambisinya, maka ia adalah hamba bagi hawa nafsunya. Allah berfirman,

وَلَو اتَّبَعَ الْحَقُّ أَهْوَاءَهُمْ لَفَسَدَتِ السَّمَاوَاتُ وَالأرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّبَلْ أَتَيْنَاهُمْ بِذِكْرِهِمْ فَهُمْ عَنْ ذِكْرِهِمْ مُعْرِضُونَ

"Andai kata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu." [QS. Al-Mu'minun: 71]

Di antara hikmah puasa adalah ia sebagai ibadah kepada Allah. Seorang hamba mendekatkan diri kepada Allah dalam menjalankannya ia meninggalkan sesuatu yang disenanginya berupa makan, minum, dan hubungan suami istri. Sehingga dengan puasa terlihat kejujuran imannya, kesempurnaan ubudiyahnya kepada Allah, kuat kecintaan kepada Rabbnya, dan ia meninggalkan berbagai macam syahwatnya.

Adapun hikmah besar dalam puasa adalah menjadi sebab ketakwaan sebagaimana dalam firman-Nya,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا کُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْقَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa" [QS. Al-Baqarah: 183]

Seorang yang berpuasa diperintahkan untuk melakukan ketaatan dan menjauhi perbuatan maksiat sebagaimana sabda Nabi shallallahu'alaihi wa sallam, "Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan kotor, melakukan hal itu dan masa bodoh, maka Allah tidak butuh (amalannya) meskipun dia meninggalkan makanan dan minumannya (puasa)." [HR. Bukhori]

Diantara hikmah puasa pula adalah :
1) Hati akan terfokus untuk beribadah, berfikir dan berdzikir. Sebab, melampiaskan syahwat akan menajdi penyebab kelalaian dan membuat hati keras serta buta dari kebenaran.

2) Orang yang kaya akan mengetahui kadar nikmat Allah kepadanya berupa kekayaan. Puasa mengingatkan berbagi dengan saudaranya yang kekurangan sehingga ia pun berderma dengan mengeluarkan sedekah.

3) Nabi shallallahu'alaihi wa sallam mencontohkan dengan adanya puasa beliau menjadi orang yang paling dermawan. Beliau shallallahu'alaihi wa sallam lebih dermawan ketika bulan Ramadhan.

4) Puasa sebagai latihan mengendalikan dan menguasai hawa nafsu serta dapat mengarahkannya kepada perkara kebaikan.

5) Puasa menundukkan jiwa dan memutuskannya dari kesombongan hingga mau tunduk kepada kebenaran dan lemah lembut sesama makhluk.

6) Dengan berpuasa tempat mengalirnya darah menyempit karena lapar dan haus. Sehingga akan menjadi sempit pula tempat berjalannya setan dalam badan manusia. Sebab, setan berjalan pada anak Adam mengikuti aliran darah. Bisikan setan akan mereda, syahwat dan amarah akan pudar karena puasa.

Nabi bersabda (artinya), "Wahai sekalian pemuda, siapa diantara kalian telah mempunyai kemampuan, maka hendaklah ia menikah, karena menikah itu dapat menundukkan pandangan, dan juga lebih bisa menjaga kemaluan. Namun, siapa yang belum mampu, hendaklah ia berpuasa, sebab hal itu dapat meredakan nafsunya." [HR. Muttafaqun 'alaih]

Sumber : Kitab Majalis Syahri Ramadhan.
karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin.