Home > Post

Hukum Qiyam Ramadhan

Ditulis oleh Admin Web | 2026-10-07 14:10:27

Hukum Qiyam Ramadhan

 Sahabat BiAS dan kaum muslimin yang semoga dirahmati oleh Allah Ta'ala.
Allah memberikan dorongan kepada hamba-Nya untuk menambah sholat sunnah dari sekian banyak sholat untuk menyempurnakan sholat yang
wajib. Di antara sholat sunnah ini adalah sholat sunnah rawatib yang menyertai sholat wajib: dua raka'at sebelum subuh, empat raka'at sebelum dzuhur, dua raka'at setelah dzuhur, dua raka'at setelah maghrib dan dua raka'at setelah isya. Di antara sholat sunnah itu adalah sholat malam yang Allah memuji orang-orang yang menjalankannya. Allah berfirman :

وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا
"Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka." [QS. Al-Furqon: 64]

Nabi shallallahu'alaihi wa sallam bersabda,

وَأفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الفَرِيضَةِ صَلاةُ اللَّيْلِ
"shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam." [HR.Muslim]

Sholat sunnah yang lain adalah shalat witir. Paling sedikitnya adalah satu raka'at dan paling banyak adalah 11 raka'at berdasarkan sabda Nabi shallallahu'alaihi wa sallam (artinya): 

"Dan barangsiapa yang senang melakukan shalat Witir satu raka'at, maka hendaklah dia melakukannya". [HR. Nasaa'i dan Abu Dawud]

Pada hadits 'Aisyah radhiyallahu 'anha disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam sholat malam lalu sholat witir satu raka'at. "Nabi shallallahu'alaihi wa sallam shalat di antara selesainya Isya hingga fajar sebanyak 11 raka'at. Beliau mengucapkan salam setiap dua raka'at dan witir dengan satu raka'at". [HR. Al-Jama'ah kecuali at-Tirmidzi]

Shalat malam di bulan Ramadhan memiliki keutamaan yang besar atas shalat sunnah selainya berdasarkan Nabi shallallahu'alaihi wa sallam,

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِیمَانا وَاحْتِسَابًاغُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنبِهِ
"Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman & mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni." [HR.Bukhari dan Muslim].

Qiyam Ramadhan mencakup shalat pada permulaan dan akhir malam. Berdasarkan ini shalat tarawih juga termasuk Qiyam Ramadhan dan dinamai shalat tarawih karena dahulu kaum muslimin menjalankannya sangat panjang. Sehingga setiap mendapatkan empat raka'at mereka berhenti sejenak.

Orang yang pertama kali yang menyunnahkan shalat tarawih berjamaah adalah Nabi kita Muhammad shallallahu'alaihi wa sallam. Kemudian, beliau shallallahu'alaihi wa sallam meninggalkan karena khawatir akan diwajibkan atas kaumnya. Akan tetapi, beliau shallallahu'alaihi wa sallam memberikan keutamaan apabila shalat tarawih bersama imam.

مَنْ قَامَ مَعَ الْإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ کتِبَ لَهُ قِیَامٌ لَیْلَةٍ

"Barangsiapa yang shalat bersama imam hingga imam selesei, maka ia dicatat seperti melakukan shalat semalam penuh." (HR. Tirmidzi no. 806 shahih menurut Syaikh Al Albani)

Para ulama salaf berbeda pendapat tentang jumlah rak'at shalat tarawih dan witirnya. Ada yang berpendapat 11 raka'at, 13 raka'at, 19 raka'at, 23 raka'at, 29 raka'at, dan selainya. Pendapat yang paling rajih (kuat) adalah 11 raka'at berdasarkan riwayat Bukhori dan Muslim dari hadits 'Aisyah,

مَا گَانَ رَسُولُ اللهِ یَزِیدُ فِی رَمَضَانَ وَلاَ فِى غَيْرِه عَلَى إِحْدَی عَشْرَةَ رَکْعَةً
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah menambah jumlah raka'at dalam shalat malam di bulan Ramadhan dan tidak pula dalam shalat lainnya lebih dari 11 raka'at." [HR. Bukhari no. 1147 dan Muslim no. 738]

Sumber : Kitab Majalis Syahri Ramadhan.
karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin.