Home > Post

Jenis Kedua Dalam Membaca Al Qur'an

Ditulis oleh Admin Web | 2026-10-06 08:19:55

Jenis Kedua Dalam Membaca Al-Qur'an

Sahabat BiAS dan kaum muslimin yang semoga dirahmati Allah, semoga Allah memudahkan dalam menjalani bulan Ramadhan ini.

Telah berlalu pada pembahasan majelis kelima bahwa tilawah (membaca) Al-Qur'an ada dua macam yaitu membaca teksnya dan membaca sesuai hukum-hukumnya, membenarkan beritanya, melaksanakan kandungan perintahnya serta meninggalkan larangannya.

Tilawah yang pertama sudah dibahas dan pada majelis ini akan membahas tilawah yang kedua. Tilawah yang kedua merupakan tujuan terbesar dari diturunkannya Al- Qur'an, Allah berfirman,

كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آیَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الألْبَابِ

"Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.". [QS. Shad: 29]

Para orang-orang shalih dahulu mengikuti jalan itu, yaitu mempelajari Al-Qur'an, membenarkannya, menerapkan hukumnya d atas akidah kokoh yang lurus dan benar. Sebagaimana dahulu para sahabat yang belajar Al-Qurʼan apabila mereka mempelajari 10 ayat dari Nabi shallallahu'alaihi wa sallam tidak beranjak ke ayat berikutnya hingga mereka mempelajarinya, mengilmuinya dan mengamalkannya.

Al-Qur'an pada hari kiamat akan menjadi penolong kita atau menjadi sesuatu yang membinasakan kita sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari abu Malik al-Asy'ari, bahwa Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda, "Al-Qur'an akan menjadi hujjah yang menolongmu dan bisa juga menjadi hujjah yang membinasakanmu" Dalam hadits lain Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda,

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ

'Bacalah Al Qur'an, karena Al Qur'an itu akan datang pada hari kiamat sebagai penolong bagi para pembacanya!" [HR. Muslim]

Ibnu Mas'ud radhiyallahu'anhu mengatakan, "Al-Qur'an adalah pemberi syafa'at yang terkabulkan syafaatnya. Barang siapa yang menjadikan Al-Qur'an di depannya, Al-Qur'an akan menuntunnya ke surga. Dan barang siapa yang menjadikan Al-Qur'an di belakang punggung-nya, Al-Qur'an akan menggiringnya ke neraka" [diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud secara marfu' hingga Nabi shallallahu'alaihi wa sallam]

Berapa banyak ayat-ayat Al-Qur'an yang telah dibacakan kepada kita sedangkan hati kita seperti batu atau justru lebih keras?

Berapa kali bulan Ramadhan menjumpai kita, sedangkan keadaan kita di dalamnya seperti orang yang celaka?

Betapa banyak pemuda dan orang tua yang tidak juga berhenti dari bermain-main?

Hafalkanlah Al Qur'an selagi kemampuan masih ada. Jagalah batasan-batasannya dari perbuatan meremehkan dan maksiat. Ketahuilah bahwa Al-Qur'an bisa menjadi saksi yang akan menolong kalian atau bisa menjadi penghujat kelak di hari akhir.

Bukanlah termasuk mensyukuri nikmat Allah adalah ketika Allah turunkan Al-Qur'an dan kita menjadikannya di belakang punggung. Yaitu dia tidak mengagungkan batasan-batasannya dan tidak menjadikannya sebagai hukum.

Allah ta'ala berfirman, "Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang lalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: "Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab (ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Qur'an ketika Al Qur'an itu telah datang kepadaku. Dan adalah setan itu tidak mau menolong manusia. Berkatalah Rasul: "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Qur'an ini suatu yang tidak diacuhkan". Dan seperti itulah, telah Kami adakan bagi tiap-tiap nabi, musuh dari orang-orang yang berdosa. Dan cukuplah Tuhanmu menjadi Pemberi petunjuk dan Penolong." [QS. Al-Furqon :27-31]

Sumber : Kitab Majalis Syahri Ramadhan.
karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin.